Ketika gelimang materi, ikatan keluarga dan tumpahan simpati..
menguji keabsahan kontrak transaksi kita...
diriku jatuh pada muara yang tak bertanggul...
mempertanyakan kepasrahanku pada garis dan kepingan takdirMu
mempertanyakan segala otoritas sekaligus keterikatan yang Kau tawarkan tanpa paksa
Mempertanyakan rasionalitas dan filsafat yang nyaris kujadikan cetak biru
Mempertanyakan rayuan rinduku pada kelembutan yang meluluhlatakkan
Tingginya gelombang gelisah itu tak terbendung oleh tepi muara yang tak bertanggul
apakah karena menggunung, melaut dan menghampar dosaku yang tak berdefinisi
Kau tidak lagi mencintaiku?
membiarkan jiwa terpagari rangka bergelantung ringkih
pada podasi arogansi yang kehilangan makna dan rasa
Tolonglah (aku mengemis)...jangan lakukan itu padaku
Ketika segalanya menguji dan mempertanyakan makna kontrak kita...
aku mau untuk tidak peduli...
Saturday, September 29, 2012
Thursday, July 12, 2012
Kau membendungku memaknai degupan jantung dan airmata karena kerinduan
kulirik corat-coretMu di atas kedua telapak tanganku...aku tak keberatan
wajahku menengadah dengan butiran air yang menghangat diujung mata..terperanjat
hatiku mahfum pada ujung perjalanan ini...bahwa cinta tak boleh bermakna lain
tak peduli pinggan bertahtakan emas ataukah tembikar yang tak tersentuh arang..
coretanNya bagiku cinta tak boleh bermakna lain...
bagimu berpasang-pasang cahaya mata teduh menanti adalah hakikat cintamu
coretanNya bagiku cinta tak boleh bermakna lain...
ambulasi itu harus kujalani sendiri...aku tak keberatan
kulirik corat-coretMu di atas kedua telapak tanganku...aku tak keberatan
wajahku menengadah dengan butiran air yang menghangat diujung mata..terperanjat
hatiku mahfum pada ujung perjalanan ini...bahwa cinta tak boleh bermakna lain
tak peduli pinggan bertahtakan emas ataukah tembikar yang tak tersentuh arang..
coretanNya bagiku cinta tak boleh bermakna lain...
bagimu berpasang-pasang cahaya mata teduh menanti adalah hakikat cintamu
coretanNya bagiku cinta tak boleh bermakna lain...
ambulasi itu harus kujalani sendiri...aku tak keberatan
Friday, July 06, 2012
Pertanyaan Mariyah dan Safiyyah...
Maafkan aku wahai Sang Pemaaf
jika tak kutunaikan kewajiban itu semestinya
ada galau yang bercanda disana
ketika keadilan dan kebijakan kupertanyakan
ada rasa yang tak bisa kudustai...
seringkih itukah bagian kami?
hanya mengulang pertanyaan Mariyah dan Safiyyah
kami ini hanya harta rampasan perang
yang diperlakukan sesuka pembeli
jika rasa tak suka yang bertengger..
sejuta puisi atas nama tuhan akan mengalun..
Maafkan aku wahai Sang Pemaaf
ketika keadilan dan kebijakan kupertanyakan
ada rasa yang tak bisa kudustai..
seperti itukah kami seharusnya?
Bukankah cahayaMu telah kau kirimkan?
membasuh ketimpangan dan noda itu?
ataukah itu cuma pesta sesaat?
hanya mengulang pertanyaan Mariyah dan Safiyyah
kami ini hanya harta rampasan perang..
yang diperlakukan sesuka pembeli
apakah pesta itu telah usai?
hingga kebodohan terbungkus sejuta puisi atas nama Tuhan?
Maafkan aku wahai Sang Pemaaf..
jika tak kutunaikan kewajiban itu semestinya
ada galau yang bercanda disana
ketika keadilan dan kebijakan kupertanyakan
ada rasa yang tak bisa kudustai...
seringkih itukah bagian kami?
hanya mengulang pertanyaan Mariyah dan Safiyyah
kami ini hanya harta rampasan perang
yang diperlakukan sesuka pembeli
jika rasa tak suka yang bertengger..
sejuta puisi atas nama tuhan akan mengalun..
Maafkan aku wahai Sang Pemaaf
ketika keadilan dan kebijakan kupertanyakan
ada rasa yang tak bisa kudustai..
seperti itukah kami seharusnya?
Bukankah cahayaMu telah kau kirimkan?
membasuh ketimpangan dan noda itu?
ataukah itu cuma pesta sesaat?
hanya mengulang pertanyaan Mariyah dan Safiyyah
kami ini hanya harta rampasan perang..
yang diperlakukan sesuka pembeli
apakah pesta itu telah usai?
hingga kebodohan terbungkus sejuta puisi atas nama Tuhan?
Maafkan aku wahai Sang Pemaaf..
Wednesday, July 04, 2012
L i r i h ...
Rabbi..
genggam tanganku rengkuh tubuhku dalam pelukan cintaMu
tolonglah..
diriku mendamba hatiku kerontang
kuserahkan diriku utuh padaMu
pun dengan segala nikmat dan pengakuan segenap dosa
hanya air cintaMu yang mampu membasuh...
Makassar, 04 July 2012
rindu yang teramat sangat
genggam tanganku rengkuh tubuhku dalam pelukan cintaMu
tolonglah..
diriku mendamba hatiku kerontang
kuserahkan diriku utuh padaMu
pun dengan segala nikmat dan pengakuan segenap dosa
hanya air cintaMu yang mampu membasuh...
Makassar, 04 July 2012
rindu yang teramat sangat
Merindu sendiri...
Kau berbisik..
ada yang berubah pada diriku
tak akan pernah kusangkal adanya
Mengapa? engkau bertanya lirih
aku tahu hatimu teriris perih..
tak akan pernah mampu mulutku berkata
aku tahu engkau menanti...
dan tatapan matamu semakin sayu
penat dalam penantian..
Maafkan aku...
kau tidak akan mengerti..
pun jika engkau mengerti..
tak ingin hati ini ada sanggahan
terucap lewat cahaya tatapanku
hati ini merindu...
merindu pada yang terindah ...
yang hanya bisa kugapai dengan munajat
merindu pada satu wujud yang membuat hati gelisah sepanjang waktu
Biar kunikmati sendiri
tak akan pernah mampu mulutku berkata
maafkan aku...
kau tidak akan mengerti
pun jika engkau mengerti
tak ingin engkau menyanggah
Ilahi, anta maksudi wa ridhaka matlubi...
ada yang berubah pada diriku
tak akan pernah kusangkal adanya
Mengapa? engkau bertanya lirih
aku tahu hatimu teriris perih..
tak akan pernah mampu mulutku berkata
aku tahu engkau menanti...
dan tatapan matamu semakin sayu
penat dalam penantian..
Maafkan aku...
kau tidak akan mengerti..
pun jika engkau mengerti..
tak ingin hati ini ada sanggahan
terucap lewat cahaya tatapanku
hati ini merindu...
merindu pada yang terindah ...
yang hanya bisa kugapai dengan munajat
merindu pada satu wujud yang membuat hati gelisah sepanjang waktu
Biar kunikmati sendiri
tak akan pernah mampu mulutku berkata
maafkan aku...
kau tidak akan mengerti
pun jika engkau mengerti
tak ingin engkau menyanggah
Ilahi, anta maksudi wa ridhaka matlubi...
Friday, May 18, 2012
Thursday, May 17, 2012
Monday, April 16, 2012
Jangan Menangis...
Jangan bersedih...
j a n g a n bersedih...
jangan b e r s e d i h...
ja-ngan bersedih...
jangan ber-sedih...
a k u mau....
tapi air mata tak mau t a h u
jatuh menitik mewakili r a s a
aku m a u...
tapi rasa tercampakkan
terlalu p i l u
p e r i h...
r e m u k
nyeri....
l a n t a k
Jangan menangis
j a n g a n menangis
jangan m e n a n g i s
ja-ngan menangis....
jangan me-nangis...
tak a p a
sebab hanya itu yang aku b i s a
untuk menghalau rasa tercampakkan...
terlalu p i l u
p e r i h...
r e m u k
N y e r i...
l a n t a k...
j a n g a n bersedih...
jangan b e r s e d i h...
ja-ngan bersedih...
jangan ber-sedih...
a k u mau....
tapi air mata tak mau t a h u
jatuh menitik mewakili r a s a
aku m a u...
tapi rasa tercampakkan
terlalu p i l u
p e r i h...
r e m u k
nyeri....
l a n t a k
Jangan menangis
j a n g a n menangis
jangan m e n a n g i s
ja-ngan menangis....
jangan me-nangis...
tak a p a
sebab hanya itu yang aku b i s a
untuk menghalau rasa tercampakkan...
terlalu p i l u
p e r i h...
r e m u k
N y e r i...
l a n t a k...
Saturday, March 31, 2012
Wajahku Saat ini...
Ketika doa tak lagi menjadi yang tertinggi
KehendakMu lah di atas segalanya
Ketika rasa hina menjadi pijakan hakiki
Perjumpaan denganMu lah penghalau segala duka...
Hackett-Canberra, 31 Maret 2012
Terlahir sendiri, menjalani sendiri dan menyongsong sendiri
KehendakMu lah di atas segalanya
Ketika rasa hina menjadi pijakan hakiki
Perjumpaan denganMu lah penghalau segala duka...
Hackett-Canberra, 31 Maret 2012
Terlahir sendiri, menjalani sendiri dan menyongsong sendiri
Monday, March 12, 2012
Akulah sang Pemain Cinta itu...
Kau memandang aku memandang
Kau tersenyum aku memandang
Kau mendekat aku memandang
Kau menyapa aku memandang…
Aku tak mengerti, mengapa..berjuta tanya menyeruak dalam hati.
Sewindu bongkahan itu dorman.
Biarlah dia tetap seperti itu.
Sebab ketika itu ada yang bersikeras membangunkannya.
Terengkuh dan tersambut
Terluka dan berdarah..
lalu kembali dorman...
Hingga biarlah dia tetap seperti itu.
Kemudian…
Kau memandang aku memandang
Kau tersenyum aku memandang
Kau mendekat aku memandang
Kau menyapa aku memandang
Sekali lagi aku tak mengerti, mengapa…
Sewindu bongkahan itu terluka dan berdarah
Jika Akulah Sang Pemain Cinta itu…
Bukan dengan tanpa alasan aku bermain dengan bijaksana…
Sewindu bongkahan itu terluka dan berdarah
Menanti curahan penghela perih
datang dan pergi...tak mampu menyeka
Jika Akulah Sang Pemain Cinta itu...
Dan Kau mendamba...Sadarlah..
Akulah Sang Pemain Cinta itu...
Bukan dengan tanpa alasan aku bermain dengan bijaksana
Kau tersenyum aku memandang
Kau mendekat aku memandang
Kau menyapa aku memandang…
Aku tak mengerti, mengapa..berjuta tanya menyeruak dalam hati.
Sewindu bongkahan itu dorman.
Biarlah dia tetap seperti itu.
Sebab ketika itu ada yang bersikeras membangunkannya.
Terengkuh dan tersambut
Terluka dan berdarah..
lalu kembali dorman...
Hingga biarlah dia tetap seperti itu.
Kemudian…
Kau memandang aku memandang
Kau tersenyum aku memandang
Kau mendekat aku memandang
Kau menyapa aku memandang
Sekali lagi aku tak mengerti, mengapa…
Sewindu bongkahan itu terluka dan berdarah
Jika Akulah Sang Pemain Cinta itu…
Bukan dengan tanpa alasan aku bermain dengan bijaksana…
Sewindu bongkahan itu terluka dan berdarah
Menanti curahan penghela perih
datang dan pergi...tak mampu menyeka
Jika Akulah Sang Pemain Cinta itu...
Dan Kau mendamba...Sadarlah..
Akulah Sang Pemain Cinta itu...
Bukan dengan tanpa alasan aku bermain dengan bijaksana
Sunday, March 11, 2012
Aku bisa apa?...
KAU singkap tirai itu kembali
Jiwa melayang pada simpangan
Terengkuh ataukah terhempas
Duuhhh...jiwa ini hanya sujud pada kendali
Kembali ada azali itulah harapan
Duka bersama derita biarlah teretas
Canberra, 11/03/2012
pada simpangan yang menjenuhkan
Jiwa melayang pada simpangan
Terengkuh ataukah terhempas
Duuhhh...jiwa ini hanya sujud pada kendali
Kembali ada azali itulah harapan
Duka bersama derita biarlah teretas
Canberra, 11/03/2012
pada simpangan yang menjenuhkan
Saturday, March 10, 2012
Berguru pada Sang Buih
Kaki berkeras mengajak melangkah
Lambat-lambat hati mengikut jua
Meski Jiwa menerawang perih
Pucuk, batang dan akar tak sekata
Sang Buih putih gemulai
Menari seiring musik jeram
Melenggang lembut meliuk mesra
Berputar sejenak saling menyapa
Tuk akhirnya kembali menari seiring musik jeram
Sang Buih berlaku bukan kehendak
Jeram menaruh telunjuk atas lenggangnya
Sang Jeram berlaku bukan kehendak
Gaib menaruh telunjuk atas arusnya
Pun pucuk,batang dan akar berlaku bukan kehendak
Gaib menaruh telunjuk atas segalanya
Canberra, 10 Maret 2012
Bingung dan resah...
Lambat-lambat hati mengikut jua
Meski Jiwa menerawang perih
Pucuk, batang dan akar tak sekata
Sang Buih putih gemulai
Menari seiring musik jeram
Melenggang lembut meliuk mesra
Berputar sejenak saling menyapa
Tuk akhirnya kembali menari seiring musik jeram
Sang Buih berlaku bukan kehendak
Jeram menaruh telunjuk atas lenggangnya
Sang Jeram berlaku bukan kehendak
Gaib menaruh telunjuk atas arusnya
Pun pucuk,batang dan akar berlaku bukan kehendak
Gaib menaruh telunjuk atas segalanya
Canberra, 10 Maret 2012
Bingung dan resah...
Friday, March 09, 2012
Akhirnya...
Ketika semuanya jelas...
Kau akan memahami
Bahwa cinta yang sesungguhnya adalah...
Berbagi dan tersenyum...
Kau akan memahami
Bahwa cinta yang sesungguhnya adalah...
Berbagi dan tersenyum...
Monday, February 14, 2011
Tuesday, April 20, 2010
Untuk yang tidak punya rasa malu
Ada hal yang ingin kukatakan padamu
tidak bisa tidak...
harus kukatakan....
agar tak ada lagi kepedihan yang tersisa
Kau membuatku muak...
bergunung endapan kesedihan ingin kumuntahkan
tapi harus tepat diwajahmu
agar kamu bisa merasakan endapan muak itu
Kau membuatku marah...
hingga kata sabar terhapus dalam kosa kataku
setiap huruf yang keluar dari mulutku
adalah hal yang terhina untukmu
Kau tidak tau malu...
betul-betul tidak tau malu...
menjual diri sendiri untuk ketidak-maluan mu..
tidak bisa tidak...
harus kukatakan....
agar tak ada lagi kepedihan yang tersisa
Kau membuatku muak...
bergunung endapan kesedihan ingin kumuntahkan
tapi harus tepat diwajahmu
agar kamu bisa merasakan endapan muak itu
Kau membuatku marah...
hingga kata sabar terhapus dalam kosa kataku
setiap huruf yang keluar dari mulutku
adalah hal yang terhina untukmu
Kau tidak tau malu...
betul-betul tidak tau malu...
menjual diri sendiri untuk ketidak-maluan mu..
Tuesday, December 15, 2009
Aotearoa
Morning breeze..
Summer heaven...
crowned by
the pearl looking softy cloud
Aotearoa....
lush and love
by the roses blooming
lilies and lavender striptise
unbearable
seduce me...
spoiling me
and hook me
deeply
and reluctant to say good bye
Aotearoa
15th of December 2009, Palmerston North-New Zealand
I've learnt alot to cope with myself and to give a space for other people
Summer heaven...
crowned by
the pearl looking softy cloud
Aotearoa....
lush and love
by the roses blooming
lilies and lavender striptise
unbearable
seduce me...
spoiling me
and hook me
deeply
and reluctant to say good bye
Aotearoa
15th of December 2009, Palmerston North-New Zealand
I've learnt alot to cope with myself and to give a space for other people
Friday, September 05, 2008
Percakapan Hati
"Aku capek...."
"Aku muak...."
"Capek karena apa?? muak pada apa(siapa)?"
"Tidak bisakah Kau cabut saja kebencian itu sampai pada akar-akarnya?...
agar tak ada yang tersisa....berbenih pun tidak?"
"Bukan kah KAU kuasa melakukannya??"
"Bukankah KAU mudah saja membolak-balikkan rasa itu pada siapapun yang KAU hendaki??"
"Tapi kamu menikmatinyakan??? Sesungguhnya hatimu sendiri yang menjaga rapat rasa itu"..
" Jikalau kau tidak menyukainya...bukankah sejak lama sudah kau campakkan sendiri dari dasar hatimu??!!!..."
"Aku tidak mengerti..."
"Mengapa KAU balik menuduh aku...???"
"kamu yang menuduh AKU....maka kau akan liat AKU akan seperti apa yang kau tuduhkan..."
"tidak kah kau lihat..AKU menyayangimu...AKU penuh rahmat pada mu...., AKU berkehendak atas dirimu..."
"kalau begitu...kenapa tidak KAU kehendaki saja langsung rasa benci itu hilang dari hatiku...jika KAU memang MAHA Berkehendak..."
"Sayang...memang AKU berkehendak, AKU memberi....tapi yang perlu kau tahu AKU BUKAN PEMAKSA..."
"AKU tidak akan memberi apa yang tidak kau pinta...."
"Jikalau kau tidak pernah meminta pertolongan-KU untuk menjaga hatimu..."
"Jikalau kau tidak pernah meminta cahaya-KU untuk menerangi hatimu..."
"Jikalau kau tidak pernah meminta hidayah-KU untuk memberi petunjuk pada hatimu..."
"Bagaimana mungkin AKU akan memberimu????!!!...."
"Semuanya tergantung keinginanmu..."
"Sesungguhnya AKU hanya Mengabulkannya....."
aku termangu...
Makassar, 5 Ramadhan 1219 H
Untuk sebuah hati yang rindu dituntun
"Aku muak...."
"Capek karena apa?? muak pada apa(siapa)?"
"Tidak bisakah Kau cabut saja kebencian itu sampai pada akar-akarnya?...
agar tak ada yang tersisa....berbenih pun tidak?"
"Bukan kah KAU kuasa melakukannya??"
"Bukankah KAU mudah saja membolak-balikkan rasa itu pada siapapun yang KAU hendaki??"
"Tapi kamu menikmatinyakan??? Sesungguhnya hatimu sendiri yang menjaga rapat rasa itu"..
" Jikalau kau tidak menyukainya...bukankah sejak lama sudah kau campakkan sendiri dari dasar hatimu??!!!..."
"Aku tidak mengerti..."
"Mengapa KAU balik menuduh aku...???"
"kamu yang menuduh AKU....maka kau akan liat AKU akan seperti apa yang kau tuduhkan..."
"tidak kah kau lihat..AKU menyayangimu...AKU penuh rahmat pada mu...., AKU berkehendak atas dirimu..."
"kalau begitu...kenapa tidak KAU kehendaki saja langsung rasa benci itu hilang dari hatiku...jika KAU memang MAHA Berkehendak..."
"Sayang...memang AKU berkehendak, AKU memberi....tapi yang perlu kau tahu AKU BUKAN PEMAKSA..."
"AKU tidak akan memberi apa yang tidak kau pinta...."
"Jikalau kau tidak pernah meminta pertolongan-KU untuk menjaga hatimu..."
"Jikalau kau tidak pernah meminta cahaya-KU untuk menerangi hatimu..."
"Jikalau kau tidak pernah meminta hidayah-KU untuk memberi petunjuk pada hatimu..."
"Bagaimana mungkin AKU akan memberimu????!!!...."
"Semuanya tergantung keinginanmu..."
"Sesungguhnya AKU hanya Mengabulkannya....."
aku termangu...
Makassar, 5 Ramadhan 1219 H
Untuk sebuah hati yang rindu dituntun
Thursday, January 31, 2008
Hanya bisa menggeram...
Berpindah dari satu sisi kehidupan ke sisi yang lain
menyisakan banyak pertanyaan dalam hampir semua gyrus ku
mengapa seseorang bisa lebih biadab dibanding seorang yang lain???
mengapa seseorang bisa menjadi lebih bodoh dibanding seorang yang lain??
mengapa seseorang bisa menjadi merasa lebih berkuasa dibanding yang lain???
mengapa seseorang bisa menjadi lebih anarkis dibanding yang lain???
mengapa seseorang bisa menjadi lebih tamak dibanding yang lain???
masih adakah yang tersisa dari semua petuah yang diajarkan oleh ibu pertiwi???
menyisakan banyak pertanyaan dalam hampir semua gyrus ku
mengapa seseorang bisa lebih biadab dibanding seorang yang lain???
mengapa seseorang bisa menjadi lebih bodoh dibanding seorang yang lain??
mengapa seseorang bisa menjadi merasa lebih berkuasa dibanding yang lain???
mengapa seseorang bisa menjadi lebih anarkis dibanding yang lain???
mengapa seseorang bisa menjadi lebih tamak dibanding yang lain???
masih adakah yang tersisa dari semua petuah yang diajarkan oleh ibu pertiwi???
Wednesday, June 27, 2007
Mungkin aku sudah terlalu banyak meminta
dan kali ini bukan permintaan terakhir..
Engkau mungkin akan bosan...
Tapi kepada siapa lagi aku harus meminta...
Mungkin aku sudah terlalu sering mengeluh
dan saat ini bukan keluhan yang terakhir
Engkau mungkin akan sumpek
Tapi kepada siapa lagi aku harus mengeluh...
Mungkin tak seharusnya aku berpikiran seperti ini
karena kata orang-orang pintar itu..
Engkau akan menjelma seperti apa yang aku pikirkan..
Jadi seharusnya aku berpikiran seperti ini...
Aku tidak boleh berhenti meminta...
karena Engkau Maha pemurah dan penyayang
Aku boleh saja terus mengeluh...
karena Engkau Maha mendengar lagi Maha mengetahui...
Tapi mengapa pikiran seperti itu selalu muncul..
bermain, menari dan melompat dalam pikiranku...
dan kali ini bukan permintaan terakhir..
Engkau mungkin akan bosan...
Tapi kepada siapa lagi aku harus meminta...
Mungkin aku sudah terlalu sering mengeluh
dan saat ini bukan keluhan yang terakhir
Engkau mungkin akan sumpek
Tapi kepada siapa lagi aku harus mengeluh...
Mungkin tak seharusnya aku berpikiran seperti ini
karena kata orang-orang pintar itu..
Engkau akan menjelma seperti apa yang aku pikirkan..
Jadi seharusnya aku berpikiran seperti ini...
Aku tidak boleh berhenti meminta...
karena Engkau Maha pemurah dan penyayang
Aku boleh saja terus mengeluh...
karena Engkau Maha mendengar lagi Maha mengetahui...
Tapi mengapa pikiran seperti itu selalu muncul..
bermain, menari dan melompat dalam pikiranku...
Tuesday, June 26, 2007
Terjebak...
Aku terjepit dalam satu liang kecil
terangkai dari isyarat thalamus-ku
menciptakan nausea terhadap sekitar-ku
apakah suatu waktu aku bisa melepaskan diri??
terangkai dari isyarat thalamus-ku
menciptakan nausea terhadap sekitar-ku
apakah suatu waktu aku bisa melepaskan diri??
Subscribe to:
Comments (Atom)